Postingan populer dari blog ini
Puisi Lama
Menggapai cahaya cinta Dalam dekapan cahaya langit mentari adalah titik kecil dilautan hingga netra akan tuna dengan kemilaunya langkahpun terhenti, tangan yang menggenggam gelas dunia bergetar hingga menumpahkan air didalamnya. Tapi tubuh yang kehausan akan terus menenggak arak kehidupan. Adalah jiwa-jiwa bermahkota cinta yang dapat memandang langit senja. Adalah senyumnya ketulusan, bicaranya kemulyaan, langkahnya kasih sayang, hatinya cermin kehidupan, tujuannya adalah menggapai cinta-Nya dialah pecinta yang dicinata. Subang, pebruari 2006
Aku Kopi dan Twitter
entah aku tak ingat betul kapan aku mulai mengenal sebuah alat baru, asing, yang bernama social media. ketika orang-orang mulai membuat fiendster aku bikin akun itu, tapi aku tak menemukan keasikan di situ. hingga kubiarkan saja akun itu berlalu.kemudian si Mark Zuckerberg dan Eduardo Saverin mulai membumingkan Facebook akupun turut membuat akun Facebook, namun lagi2 aku tak menemukan keasikan di dalammnya, tapi aku terus merwat akun ini siapatau suatu saat bermanfaat. kemudai saat adalagi pergeseran dr FB ke Twitter aku pun mulai membuat akun di twitter. sebuah situs micro blogging yang membatasi penggunanya untuk nulis dalam 140 carakter, aku merasa kok "aneh" mungkin karena aku ngerasa sebagai blogger dan blogger itu harus nulis, sementara aku males nulis ya dengan 140 caracter aku mungkin bisa nulis, walau pun pada kenyataannya di twitter pun aku cuman baca TL orang. tapi aku merasa ada teman ngopi. jadi saat aku ngopi aku ditemenin twitter.

Komentar
Posting Komentar