Terjebak Lailatul Qadar...?

 


Ramadan 1444 H.

Setiap ramadan, apalagi menjelang 10 malam terakhir, salah satu bahasan yang pasti sering di bahas di ceramah-ceramah di masjid atau di tipi-tipi atau di kanal-kanal media sosial adalah tentang lailatul qadar.

lailatul qadar adalah malam yang sangat mulia yang lebih baik dari 1.000 bulan. sebagaimana disampaikan dalam Al Quran (QS Al-Qadar 1-5)

نَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ, لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ، سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar."

dan dalam Hadis Nabi :

تَحَرَّوْا ليلة القدرِ في الوِتْرِ، من العشرِ الأواخرِ من رمضانَ

Artinya: “Carilah oleh kalian keutamaan lailatul qadar (malam kemuliaan) pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan ramadan." (HR Bukhari)

Maka tergopoh-gopoh lah saya mencari masjid untuk itikaf di malam-malam ganjil di 10 malam terakhir. apakah ini baik? saya yakin 1000% ini baik, tapi apakan ini cara yang benar untuk mendapatkan Lailatul Qadar?

saya mulai merenung...

Saya merasa seperti anak sekolah yang belajar ketika mau ujian (SKS = Sistem Kebut Semalam) padahal saya merasa sistem SKS ini adalah sistem yang sangat lemah, kenapa?

1. Tidak Maksimal ujiannya, karena hanya mengandalkan yang di pelajari semalam.

2. Akan lupa setelah ujian itu selesai.

3. Tidak belajar karena ilmu, tapi belajar karena mau ujian.

Bukankan seharusnya kita belajar untuk ilmu, bukan untuk ujian?

Begitupun ketika ibadah, bukankah seharusnya kita ibadah bukan karena waktu, tapi karena sang pemilik waktu?

seperti Solatnya Rasulullah, ketika ditanya Sayidah Aisyah : ''Mengapa Engkau masih beribadah sedemikian rupa Ya Rasulullah? Bukankah dosamu yang lalu dan yang akan datang sudah dijamin diampuni Allah?'' Beliau menjawab singkat, ''Apa tidak boleh aku menjadi hamba yang bersyukur?''


Wallahualam bishshawab....

Brian Kamoed



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Matahari Tidak PernahTerbenam di Negeri Senja

Puisi Lama

Aku Kopi dan Twitter